Jumat, 05 Desember 2008

ni cerpen ku judulnya "MODERN VS KONVENSIONAL"

Damar mengamati tubuh langsing yang baru saja keluar dari kantin. Gadis itu selalu memakai baju jadul.Yaitu rok yang panjangnya sampai betis dan blus berwarna lembut,berlengan panjang dengan motif yang sederhana bahkan dapat dikatakan apa adanya.

Damar kadang-kadang heran, kok masih ada ya gadis konvensional di zaman se-modern ini?. Saat para gadis berlomba-lomba memakai rok mini dan berdandan menor, Andien justru tampil bersahaja ! Iya, Andien yang dapat membuat Damar terkagum-kagum.

Bukan itu saja yang menjadi alasan Damar tergila-gila pada Andien, tapi juga sikap sederhananya Andien.

Damar tersadar dari lamunannya tentang cewek itu setelah Andien masuk ke perpustakaan. Setelah bayangan Andien hilang, Damar menghela nafas panjang.

# # #

Andien melangkah masuk ke kantin tepat saat Damar sudah mencapai bibir pintu. Dan Damar nggak pengen menyia-nyiakan kesempatan ini.

“ Hai, Dien ?” sapa Damar

“ Hai, Mau makan siang ?” Tanya Andien

Damar mengangguk, “ Boleh dong gue duduk bareng kamu ?”

“ Tentu saja “ jawab Andien.

“ Elu mau pesan apa ?” Tanya Damar. Andien menjawab, “ Es jeruk saja”

“ Wah lagi diet ya ?” Damar menggoda

“ Ah enggak. Aku suka aja dengan rasa es jeruk. Saat kita merasakan manis tiba-tiba rasa asam menyergap. Seperti hidup kita yang tidak selamanya manis tapi juga asam “ ucap Andien berwibawa.

“ Ternyata elu beda dibandingkan cewek-cewek lain” Damar mencoba memuji

“ Ah kamu bisa saja. Justru aku ketinggalan jaman. “ Andien mulai merendah.

Sejak saat, itu mereka mulai akrab.Mereka sering terlihat berduaan di kantin maupun di perpustakaan.

Surya teman Damar yang melihat kelakuan aneh Damar,bertanya ke Damar,”Mar,sebenernya elo tuh bisa ngedapetin cewek yang lebih keren dan lebih cantik dibandingin Andien. Tapi elo malah milih dia. Emang apa sih istimewanya dia, sampai-sampai elu kepincut sama dia?”

“Dia tuh beda dibandingin cewek-cewek lain. Sifatnya, cara bicaranya apalagi cara pandangnya menghadapi hidup tuh beda banget sama cewek-cewek lain. Dan itu yang bikin gue kepincut sama dia.” Damar antusias untuk memuji Andien. Surya yang di dekatnya Cuma bisa pasrah.

Setelah melakukan pedekate, Damar pengen jadi orang istimewa di hati Andien. Dia melihat Andien memasuki kantin. Damar langsung ke kantin buat nemuin Andien.

Damar duduk di depan Andien setelah dapat ijin dari Andien buat duduk di sana. Setelah pesan es jeruk kesukaan mereka, Damar basa-basi menanyakan kabar sebelum ke inti masalah yang mau dibicarakannya.”Dien,gimana kabar lu?” Damar sok basa-basi.

“Baik. Kamu ?” Andien balik nanya.

“Sebenarnya sih nggak terlalu baik. Soalnya gue lagi nunggu kepastian dari seseorang yang bisa bikin hidup gue berubah.”Damar mulai menyinggung masalahnya

“Emang kamu lagi nunggu kepastian nilai dari Pak Warto?” pertanyaan Andien bikin Damar ketawa dan itu bikin Andien bingung.

“Kok malah ketawa. Ada yang lucu?”Andien bingung.

“Ah enggak. Tapi yang bikin gue ketawa tuh soal kenapa kok Pak Warto diikut-ikutin segala. Tugas gue udah gue serahin ke Pak Warto kok. Lagian ini bukan masalah itu.” Damar masih nahan tawanya.

“Trus kalo gitu masalahnya apa?” Andien pengen tahu penyebab Damar ketawa.

“Tapi elu jangan marah sama gue ya. Sekarang gue mau tanya. Dien,elu sekarang udah punya cowok apa belum. Trus kriteria cowok lu tuh kayak gimana sih?Sampai-sampai lu kok mesti pilih-pilih cowok.

Andien tersenyum dengar kata-kata Damar,”Aku belum punya cowok. Lagian,siapa sih yang mau sama aku yang jadul banget kayak gini.”jelasnya.

“Lho,kalo gue pikir lu tuh unik. Nggak banyak cewek di dunia ini yang kayak lu. Lu tetep berkiblat sama budaya timur meski banyak cewek yang ikut-ikutan sama budaya barat.” Damar menjelaskan keistimewaan dari seorang Andien yang bikin Andien ketawa.”Hi..hi..Mar,kamu tuh lucu ya.”

“Ini bukan lelucon! Gue serius! Selama ini gue pengen punya pacar yang teguh sama pendiriannya meski di sekelilingnya mempengaruhinya buat berubah. Gue suka elu. Lu mau gak jadi pacar gue?”perkataan Damar yang langsung tanpa tedeng aling-aling bikin Andien terkejut.

“Tapi kita khan baru kenal,Mar. Aku nggak bisa nerima kamu,Mar. Aku Cuma nganggep kamu teman. Sorry.” Andien mengatakannya dengan sangat hati-hati biar Damar nggak tersinggung.

“Jadi elu nolak gue?Ha..ha..baru kali ini gue ditolak cewek. Seorang Damar ditolak cewek jelek yang kuper dan sama sekali bukan tipe gue.” Damar sangat marah ditolak Andien.”Inget,gue nggak akan macarin elu. Ngerti lu!” kata Damar keras sambil nunjukin telunjuknya ke arah Andien yang bikin orang yang ada di kantin memperhatikan mereka.

“Maafkan aku,Mar. aku bukan wanita yang pantas untukmu. Masih banyak wanita yang pantas untukmu. Semoga kamu bahagia meskipun hatiku pedih.”Andien berkata lirih sambil meneteskan airmatanya setelah Damar keluar dari kantin meninggalkannya sendirian meratapi nasibnya.

# # #

Sudah seminggu Andien nggak ketemu sama Damar. Dia nggak tahu dimana Damar sekarang. Dia menyesal telah merusak segala yang diimpi-impikannya.

Saat Andien melewati kelas Damar, tak sengaja dia melihat Damar dengan jelas sedang berciuman dengan Rahma yang gosipnya suka sama Damar.

“Aneh. Kenapa tiba-tiba hatiku sakit sekali,dadakupun sesak.kenapa aku nggak rela dia bersama cewek yang jelas-jelas sangat pantas untuknya.” Gumam Andien setelah meninggalkan pemandangan yang bikin dia sesak napas.

# # #

“Da, kamu pernah nggak sesak napas waktu melihat seorang teman cowokmu sedang berciuman dengan wanita lain?”Tanya Andien ke Rida yang punya segudang pengalaman soal cinta.

Rida kaget bukan kepalang dengar Andien yang cupu banget bisa nanyain soal cinta.”Emang elu lagi sakit hati? Gue nggak nyangka elu bisa sakit hati juga. Gue pikir elu nggak mikirin hal itu.”

“Ah, Rida. Jangan mengejek donk!” Andien malu.

“Iya,iya. Gue akan deteksi penyakit cinta lu itu. Kalo gue pikir,elu lagi sakit ati. Pasti cowok yang elu liat tuh cowok yang elu suka. Emang elu lagi suka sama siapa? Cerita donk sama gue.”Rida memberi solusi ke Andien yang baru pertama kali jatuh cinta.

“Iya nih,Da. Aku lagi suka sama seseorang yang nggak mungkin aku dapatkan. Dulu kita pernah dekat, bahkan dia sudah menyatakan perasaannya padaku. Tapi aku takut kalo dia cuma mempermainkanku. Soalnya dia terkenal playboy. Gimana Da?”

“Dia anak sini?”Tanya Rida.Andien mengangguk. Rida mencoba menebak siapa cowok itu,”Jangan bilang kalo cowok yang elu maksud itu Damar.”lagi-lagi Andien mengangguk.

“Oh my God! Elu gila ya? Damar khan banyak yang suka,cantik-cantik lagi. Elu nggak lagi mimpi khan? Masak dia pernah nembak elu?” Rida nggak percaya.

“Iya. Waktu itu aku baru aja kenalan sama dia. Tiba-tiba dia nembak aku di kantin.”Andien menjelaskan

“Udah tau dia suka elu,kenapa dulu elu nolak dia?” Rida bingung liat keputusan aneh Andien nolak cowok keren kayak Damar.

“Waktu itu aku pikir dia cuma mainin aku aja. Mungkin aja aku cuma dijadiin taruhan buat dia. Iya khan.” Andien menjelaskan.

“Kalo gue pikir dia tuh nggak mungkin kayak gitu. Gue tau dia. Dia tuh sangat menjunjung harga diri cewek. Dia deket banget sama ibunya yang bikin dia nggak akan ngecewain cewek meski dia playboy. Coba deh elu tanya sama mantan-mantannya Damar,pasti mereka bilang nggak nyesel pacaran sama dia.” Rida menjelaskan

“Kok kayaknya kamu tau segala tentang Damar? Jangan-jangan kamu pernah pacaran sama dia ya?” Andien menggoda

Rida kaget dengar kesimpulan Andien yang bikin ketawa,”Hah,gue tuh nggak boleh pacaran sama dia tau!”

# # #

“Dien,gue mau ngomong. Bisa?”Tanya seseorang di belakang Andien yang sangat dikenalnya saat Andien sedang minum es jeruk kesukaannya yang membuatnya harus menengok ke asal suara itu.

“Ternyata benar dugaanku.”kata Andien lirih setelah melihat cowok di belakangnya yang ternyata adalah Damar.

“Boleh gue duduk di sini?”Tanya Damar ke Andien yang masih terkejut.

“Oh,boleh-boleh. Ada apa,kok tumben nyariin aku?” Tanya Andien yang masih kaget.

“Gue boleh pesen es jeruk dulu khan?” Tanya Damar yang lebih tepatnya minta persetujuan Andien.

“Oh,tentu saja.”Andien menyetujui dengan kikuk.

Setelah itu Damar pergi mengambil minuman. Tak lama kemudian Damar sudah kembali sambil membawa segelas es jeruk.

“Ada apa nih?” Andien menanyakan hal yang belum dijawab Damar.

“Aku cuma mau nanya kebenaran pernyataan lu sama Rida soal gue. Apa semua yang elu omongin soal gue itu bener?”Damar langsung ke pokok pembicaraan.

Andien terkejut kalau Damar tahu soal apa yang dia bicarakan sama Rida. Jangan-jangan Damar menguping pembicaraanya.”Kok kamu tau soal itu?”

“Ya gue tau lah. Khan gue adik sepupu kesayangannya Rida. Jadi gue langsung tau kalo elu sakit ati ngeliat gue sama Rahma.”

“Astaga!pantesan aja Rida tau segalanya tentang kamu.” Andien akhirnya tahu segalanya.

Damar ketawa melihat wajah Andien yang kayak orang bego,”Elu lucu banget sih, Dien. Gue tambah suka sama elu deh.” Kata-kata Damar yang alami itu bikin wajah Andien merah kayak kepiting rebus.

“Apa-apaan sih kamu. Kamu khan dulu pernah janji nggak akan macarin aku. Inget nggak! Lagian gimana dengan Rahma? Aku nggak mau dikatakan sebagai cewek perebut cowok orang. Ngerti kamu!” kata Andien tegas.

“Ha…ha…elu ternyata polos banget ya.” Lagi-lagi Damar ketawa.”Gue tuh emang pernah ciuman sama Rahma tapi gue nggak cinta dia. Lagian waktu itu kita cuma latihan buat pementasan drama doang. Gue khan cuma cinta sama elu seorang.” Rayu Damar. “Lagian, gue udah janji sama Rida nggak bakalan nyakitin elu. Dia kuatir gue ntar nyakitin elu.”tambah Damar meyakinkan

“Gombal! Aku capek denger rayuan gombalmu itu. Aku tuh mau bukti bukan janji.” Kata Andien tegas.

“OK,gue akan ngelakuin apapun buat lu. Dan gue nggak mau macarin elu tapi mau ngelamar elu. Apa itu kurang cukup?” Tanya Damar meminta penjelasan.

Andien terkejut mendengar Damar akan melamarnya,”Apa-apaan sih kamu. Aku nggak mau buru-buru. Tapi kamu harus janji kalo nantinya kamu harus melamarku!” kata Andien santai namun bisa bikin Damar terkejut dan gembira campur jadi satu.

“Apa yang lu katakan itu serius?nggak bohong khan?” Damar membombardir Andien dengan pertanyaannya yang segudang itu.

“Serius! Nggak bohong!”

“Alhamdulillah. Terima kasih Tuhan engkau telah memberikanku bidadari yang sangat cantik dan sangat baik. Andien,gue sayang elu.” Kata Damar sambil memandang Andien dengan perasaan sayang

Andien membalas kata-kata Damar tak kalah sayangnya,” I love you too,honey.”

Damar mengamati tubuh langsing yang baru saja keluar dari kantin. Gadis itu selalu memakai baju jadul.Yaitu rok yang panjangnya sampai betis dan blus berwarna lembut,berlengan panjang dengan motif yang sederhana bahkan dapat dikatakan apa adanya.
Damar kadang-kadang heran, kok masih ada ya gadis konvensional di zaman se-modern ini?. Saat para gadis berlomba-lomba memakai rok mini dan berdandan menor, Andien justru tampil bersahaja ! Iya, Andien yang dapat membuat Damar terkagum-kagum.
Bukan itu saja yang menjadi alasan Damar tergila-gila pada Andien, tapi juga sikap sederhananya Andien.
Damar tersadar dari lamunannya tentang cewek itu setelah Andien masuk ke perpustakaan. Setelah bayangan Andien hilang, Damar menghela nafas panjang.
# # #
Andien melangkah masuk ke kantin tepat saat Damar sudah mencapai bibir pintu. Dan Damar nggak pengen menyia-nyiakan kesempatan ini.
“ Hai, Dien ?” sapa Damar
“ Hai, Mau makan siang ?” Tanya Andien
Damar mengangguk, “ Boleh dong gue duduk bareng kamu ?”
“ Tentu saja “ jawab Andien.
“ Elu mau pesan apa ?” Tanya Damar. Andien menjawab, “ Es jeruk saja”
“ Wah lagi diet ya ?” Damar menggoda
“ Ah enggak. Aku suka aja dengan rasa es jeruk. Saat kita merasakan manis tiba-tiba rasa asam menyergap. Seperti hidup kita yang tidak selamanya manis tapi juga asam “ ucap Andien berwibawa.
“ Ternyata elu beda dibandingkan cewek-cewek lain” Damar mencoba memuji
“ Ah kamu bisa saja. Justru aku ketinggalan jaman. “ Andien mulai merendah.
Sejak saat, itu mereka mulai akrab.Mereka sering terlihat berduaan di kantin maupun di perpustakaan.
Surya teman Damar yang melihat kelakuan aneh Damar,bertanya ke Damar,”Mar,sebenernya elo tuh bisa ngedapetin cewek yang lebih keren dan lebih cantik dibandingin Andien. Tapi elo malah milih dia. Emang apa sih istimewanya dia, sampai-sampai elu kepincut sama dia?”
“Dia tuh beda dibandingin cewek-cewek lain. Sifatnya, cara bicaranya apalagi cara pandangnya menghadapi hidup tuh beda banget sama cewek-cewek lain. Dan itu yang bikin gue kepincut sama dia.” Damar antusias untuk memuji Andien. Surya yang di dekatnya Cuma bisa pasrah.
Setelah melakukan pedekate, Damar pengen jadi orang istimewa di hati Andien. Dia melihat Andien memasuki kantin. Damar langsung ke kantin buat nemuin Andien.
Damar duduk di depan Andien setelah dapat ijin dari Andien buat duduk di sana. Setelah pesan es jeruk kesukaan mereka, Damar basa-basi menanyakan kabar sebelum ke inti masalah yang mau dibicarakannya.”Dien,gimana kabar lu?” Damar sok basa-basi.
“Baik. Kamu ?” Andien balik nanya.
“Sebenarnya sih nggak terlalu baik. Soalnya gue lagi nunggu kepastian dari seseorang yang bisa bikin hidup gue berubah.”Damar mulai menyinggung masalahnya
“Emang kamu lagi nunggu kepastian nilai dari Pak Warto?” pertanyaan Andien bikin Damar ketawa dan itu bikin Andien bingung.
“Kok malah ketawa. Ada yang lucu?”Andien bingung.
“Ah enggak. Tapi yang bikin gue ketawa tuh soal kenapa kok Pak Warto diikut-ikutin segala. Tugas gue udah gue serahin ke Pak Warto kok. Lagian ini bukan masalah itu.” Damar masih nahan tawanya.
“Trus kalo gitu masalahnya apa?” Andien pengen tahu penyebab Damar ketawa.
“Tapi elu jangan marah sama gue ya. Sekarang gue mau tanya. Dien,elu sekarang udah punya cowok apa belum. Trus kriteria cowok lu tuh kayak gimana sih?Sampai-sampai lu kok mesti pilih-pilih cowok.
Andien tersenyum dengar kata-kata Damar,”Aku belum punya cowok. Lagian,siapa sih yang mau sama aku yang jadul banget kayak gini.”jelasnya.
“Lho,kalo gue pikir lu tuh unik. Nggak banyak cewek di dunia ini yang kayak lu. Lu tetep berkiblat sama budaya timur meski banyak cewek yang ikut-ikutan sama budaya barat.” Damar menjelaskan keistimewaan dari seorang Andien yang bikin Andien ketawa.”Hi..hi..Mar,kamu tuh lucu ya.”
“Ini bukan lelucon! Gue serius! Selama ini gue pengen punya pacar yang teguh sama pendiriannya meski di sekelilingnya mempengaruhinya buat berubah. Gue suka elu. Lu mau gak jadi pacar gue?”perkataan Damar yang langsung tanpa tedeng aling-aling bikin Andien terkejut.
“Tapi kita khan baru kenal,Mar. Aku nggak bisa nerima kamu,Mar. Aku Cuma nganggep kamu teman. Sorry.” Andien mengatakannya dengan sangat hati-hati biar Damar nggak tersinggung.
“Jadi elu nolak gue?Ha..ha..baru kali ini gue ditolak cewek. Seorang Damar ditolak cewek jelek yang kuper dan sama sekali bukan tipe gue.” Damar sangat marah ditolak Andien.”Inget,gue nggak akan macarin elu. Ngerti lu!” kata Damar keras sambil nunjukin telunjuknya ke arah Andien yang bikin orang yang ada di kantin memperhatikan mereka.
“Maafkan aku,Mar. aku bukan wanita yang pantas untukmu. Masih banyak wanita yang pantas untukmu. Semoga kamu bahagia meskipun hatiku pedih.”Andien berkata lirih sambil meneteskan airmatanya setelah Damar keluar dari kantin meninggalkannya sendirian meratapi nasibnya.
# # #
Sudah seminggu Andien nggak ketemu sama Damar. Dia nggak tahu dimana Damar sekarang. Dia menyesal telah merusak segala yang diimpi-impikannya.
Saat Andien melewati kelas Damar, tak sengaja dia melihat Damar dengan jelas sedang berciuman dengan Rahma yang gosipnya suka sama Damar.
“Aneh. Kenapa tiba-tiba hatiku sakit sekali,dadakupun sesak.kenapa aku nggak rela dia bersama cewek yang jelas-jelas sangat pantas untuknya.” Gumam Andien setelah meninggalkan pemandangan yang bikin dia sesak napas.
# # #
“Da, kamu pernah nggak sesak napas waktu melihat seorang teman cowokmu sedang berciuman dengan wanita lain?”Tanya Andien ke Rida yang punya segudang pengalaman soal cinta.
Rida kaget bukan kepalang dengar Andien yang cupu banget bisa nanyain soal cinta.”Emang elu lagi sakit hati? Gue nggak nyangka elu bisa sakit hati juga. Gue pikir elu nggak mikirin hal itu.”
“Ah, Rida. Jangan mengejek donk!” Andien malu.
“Iya,iya. Gue akan deteksi penyakit cinta lu itu. Kalo gue pikir,elu lagi sakit ati. Pasti cowok yang elu liat tuh cowok yang elu suka. Emang elu lagi suka sama siapa? Cerita donk sama gue.”Rida memberi solusi ke Andien yang baru pertama kali jatuh cinta.
“Iya nih,Da. Aku lagi suka sama seseorang yang nggak mungkin aku dapatkan. Dulu kita pernah dekat, bahkan dia sudah menyatakan perasaannya padaku. Tapi aku takut kalo dia cuma mempermainkanku. Soalnya dia terkenal playboy. Gimana Da?”
“Dia anak sini?”Tanya Rida.Andien mengangguk. Rida mencoba menebak siapa cowok itu,”Jangan bilang kalo cowok yang elu maksud itu Damar.”lagi-lagi Andien mengangguk.
“Oh my God! Elu gila ya? Damar khan banyak yang suka,cantik-cantik lagi. Elu nggak lagi mimpi khan? Masak dia pernah nembak elu?” Rida nggak percaya.
“Iya. Waktu itu aku baru aja kenalan sama dia. Tiba-tiba dia nembak aku di kantin.”Andien menjelaskan
“Udah tau dia suka elu,kenapa dulu elu nolak dia?” Rida bingung liat keputusan aneh Andien nolak cowok keren kayak Damar.
“Waktu itu aku pikir dia cuma mainin aku aja. Mungkin aja aku cuma dijadiin taruhan buat dia. Iya khan.” Andien menjelaskan.
“Kalo gue pikir dia tuh nggak mungkin kayak gitu. Gue tau dia. Dia tuh sangat menjunjung harga diri cewek. Dia deket banget sama ibunya yang bikin dia nggak akan ngecewain cewek meski dia playboy. Coba deh elu tanya sama mantan-mantannya Damar,pasti mereka bilang nggak nyesel pacaran sama dia.” Rida menjelaskan
“Kok kayaknya kamu tau segala tentang Damar? Jangan-jangan kamu pernah pacaran sama dia ya?” Andien menggoda
Rida kaget dengar kesimpulan Andien yang bikin ketawa,”Hah,gue tuh nggak boleh pacaran sama dia tau!”
# # #
“Dien,gue mau ngomong. Bisa?”Tanya seseorang di belakang Andien yang sangat dikenalnya saat Andien sedang minum es jeruk kesukaannya yang membuatnya harus menengok ke asal suara itu.
“Ternyata benar dugaanku.”kata Andien lirih setelah melihat cowok di belakangnya yang ternyata adalah Damar.
“Boleh gue duduk di sini?”Tanya Damar ke Andien yang masih terkejut.
“Oh,boleh-boleh. Ada apa,kok tumben nyariin aku?” Tanya Andien yang masih kaget.
“Gue boleh pesen es jeruk dulu khan?” Tanya Damar yang lebih tepatnya minta persetujuan Andien.
“Oh,tentu saja.”Andien menyetujui dengan kikuk.
Setelah itu Damar pergi mengambil minuman. Tak lama kemudian Damar sudah kembali sambil membawa segelas es jeruk.
“Ada apa nih?” Andien menanyakan hal yang belum dijawab Damar.
“Aku cuma mau nanya kebenaran pernyataan lu sama Rida soal gue. Apa semua yang elu omongin soal gue itu bener?”Damar langsung ke pokok pembicaraan.
Andien terkejut kalau Damar tahu soal apa yang dia bicarakan sama Rida. Jangan-jangan Damar menguping pembicaraanya.”Kok kamu tau soal itu?”
“Ya gue tau lah. Khan gue adik sepupu kesayangannya Rida. Jadi gue langsung tau kalo elu sakit ati ngeliat gue sama Rahma.”
“Astaga!pantesan aja Rida tau segalanya tentang kamu.” Andien akhirnya tahu segalanya.
Damar ketawa melihat wajah Andien yang kayak orang bego,”Elu lucu banget sih, Dien. Gue tambah suka sama elu deh.” Kata-kata Damar yang alami itu bikin wajah Andien merah kayak kepiting rebus.
“Apa-apaan sih kamu. Kamu khan dulu pernah janji nggak akan macarin aku. Inget nggak! Lagian gimana dengan Rahma? Aku nggak mau dikatakan sebagai cewek perebut cowok orang. Ngerti kamu!” kata Andien tegas.
“Ha…ha…elu ternyata polos banget ya.” Lagi-lagi Damar ketawa.”Gue tuh emang pernah ciuman sama Rahma tapi gue nggak cinta dia. Lagian waktu itu kita cuma latihan buat pementasan drama doang. Gue khan cuma cinta sama elu seorang.” Rayu Damar. “Lagian, gue udah janji sama Rida nggak bakalan nyakitin elu. Dia kuatir gue ntar nyakitin elu.”tambah Damar meyakinkan
“Gombal! Aku capek denger rayuan gombalmu itu. Aku tuh mau bukti bukan janji.” Kata Andien tegas.
“OK,gue akan ngelakuin apapun buat lu. Dan gue nggak mau macarin elu tapi mau ngelamar elu. Apa itu kurang cukup?” Tanya Damar meminta penjelasan.
Andien terkejut mendengar Damar akan melamarnya,”Apa-apaan sih kamu. Aku nggak mau buru-buru. Tapi kamu harus janji kalo nantinya kamu harus melamarku!” kata Andien santai namun bisa bikin Damar terkejut dan gembira campur jadi satu.
“Apa yang lu katakan itu serius?nggak bohong khan?” Damar membombardir Andien dengan pertanyaannya yang segudang itu.
“Serius! Nggak bohong!”
“Alhamdulillah. Terima kasih Tuhan engkau telah memberikanku bidadari yang sangat cantik dan sangat baik. Andien,gue sayang elu.” Kata Damar sambil memandang Andien dengan perasaan sayang
Andien membalas kata-kata Damar tak kalah sayangnya,” I love you too,honey.”

Tidak ada komentar: